Wednesday, March 9, 2016

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Dendam dan Munafik dalam Agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Dendam dan Munafik dalam Agama Islam

Setelah mempelajari artikel ini kalian diharapkan dapat menjelaskan pengertian perilaku dendam dan munafik, menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik. Serta dapat menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari.

Kalian ingin bahagia, maka jangan ada penyakit dalam hatimu. Coba sebutkan macam-macam penyakit hati yang kamu ketahui, selain dendam dan munafik.

Pernahkah kalian disakiti oleh temanmu? Bagaimana perasaan kamu? Apakah kamu memaafkan temanmu tadi atau ada keinginan membalas sakit hati tersebut. Jika kamu ada keinginan untuk membalas sakit hati kamu tersebut itulah yang disebut dendam. Dengan demikian apa yang dimaksud dendam, bagaimankah ciri-cirnya, serta bagamana cara menghindari perilaku pendendam tersebut.

Dendam

1. Pengertian Dendam

Dendam adalah sifat ingin membalas perbuatan seseorang. Sifat dendam merupakan perbuatan yang tercela dan biasanya sifat dendam ini bersumber dari sifat marah atau sifat kurang puas melihat segala hal yang terjadi. Perbuatan mendendam sangat dibenci oleh Allah swt. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad saw. sebagai berikut:

Artinya : "Diriwayatkan dari Aisyah r.a. Rasulullah bersabda : Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling pendendam." (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

2. Ciri-ciri Pendendam

Ada beberapa ciri orang yang mempunyai sifat pendendam antara lain :

  1. Tidak senang jika melihat orang lain senang. Orang pendendam hatinya akan sedih, gelisah, dan iri jika orang lain mendapat kenikmatan.
  2. Merasa senang jika orang lain menderita. Sebaliknya orang pendendam hatinya akan senang dan gembira bila orang lain menderita, tidak mau menolong malah mengejeknya.
  3. Selalu membalas kesalahan dan kejelekan orang lain. Orang pendendam, jika orang lain melakukan kesalahaan maka akan diungkit-ungkit dan terus dibicarakan dengan orang lain. Kejelekan orang lain selalu dibicarakan, sementara mereka sendiri kadang lebih jelek daripada orang tersebut.
  4. Suka memfitnah orang lain. Pendendam biasanya suka memfitnah orang lain menjelek-jelekkan orang dimata orang lain, padahal orang tersebut tidak melakukan kejelekan seperti yang disampaikan oleh orang yang pendendam tersebut. e. Suka membuka rahasia orang lain. Orang pendendam biasanya tidak bisa menyimpan rahasia, justru kalau mengerti rahasia orang lain akan diceritakan ke orang lain lagi.


3. Akibat negatif pendendam 
Ada dua akibat yang ditimbulkan oleh orang pendendam, yaitu akibat untuk diri sendiri dan akibat negatif bagi orang lain.

a. Bagi diri sendiri
1) Hidupnya tidak pernah merasa tenang
2) kehidupannya tersiksa oleh perasaan sendiri
3) Mudah terserang penyakit tekanan darah tinggi dan jantung.
4) Banyak dibenci orang.

b. Bagi orang lain
1) Kehidupan orang lain terasa kurang nyaman.
2) Terkurangi haknya untuk bersahabat dengan siapapun.
3) Dapat mengundang sifat permusuhan orang lain.

4. Menghindari dari perilaku pendendam 
Sifat pendendam merupakan sifat yang tidak baik dan dibenci Allah swt. Oleh karena itu, sifat tersebut harus kita hindari dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Selalu mendekatkan diri pada Allah swt. dengan cara memperbanyak ibadah, zikir. dan doa sehingga hati kita tenang.
  2. Menjadi orang pemaaf. Apabila orang lain melakukan kesalahaan terhadap diri kita dan sudah meminta maaf maka sebaiknya juga kita memaafkan, sehingga tidak timbul rasa dendam di dalam hati kita.
  3. Tidak membicarakan kejelekan orang lain.
  4. Tidak memfitnah orang lain.
  5. Jika kita mengetahui rahasia orang lain maka sebaiknya disimpan saja, tidak usah diceritakan ke orang lain lagi.
  6. Silaturahmi, yaitu mengunjungi saudara atau orang lain untuk menyambung persaudaraan.


Munafik

1. Pengertian Munafik

Munafik yaitu seseorang yang menampakkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada didalam hati. Perbuatan munafik disebut nifaq. Orang munafik bentuk pribadi mendua atau bermuka dua, jika ia berada di kelompoknya A, dia mengaku ikut bergabung dengan A, menyanjung-nyanjung A dan menjelek-jelekkan B. Tetapi kalau sedang ada di kelompok B, ia juga berbuat seperti pada waktu di kelompok A, ia menyanjung kelompok B dan menjelekkan kelompok A. Oleh karena itu orang munafik sering disebut orang yang bermuka dua.

2. Ciri-ciri Orang Munafik

Ciri-ciri orang munafik ada 3 yaitu:

a. Jika berbicara dusta.

Orang munafik kalau berbicara cenderung berbohong atau dusta dan ini akan dilakukan terus-menerus karena dusta yang sekarang untuk menutupi dusta yang kemarin dan dustanya hari ini akan ditutup dengan dusta yang besok dan seterusnya.
b. Jika berjanji ingkar.
Orang munafik sering mengobral janji, tetapi janji tersebut sering diingkari dengan berbagai alasan untuk membenarkan dirinya.

c. Jika dipercaya khianat.
Orang munafik jika dipercaya atau diberi tanggung jawab justru ia akan menyalahgunakan kepercayaan tersebut.

Ciri-ciri orang munafik tersebut sesuai yang disabdakan oleh Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim sebagai berikut :

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. katanya: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bersabda: Tanda-tanda orang munafik ada tiga perkara: apabila berkata dia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila diberi kepercaya- an dia mengkhianati." (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

3. Menghindari sifat munafik.

Munafik adalah perbuatan dosa, haram hukumnya dilakukan oleh orang Islam. Oleh karena itu sifat munafik harus kita hindari dengan cara-cara berikut:

a. Memperbanyak mengaji
Memperbanyak mengaji dan mendengarkan ceramah-ceramah agama sehingga kefahaman tentang agama akan meningkat, bahwa munafik itu perbuatan dosa yang dilarang oleh agama dan diancam akan dimasukkan dalam neraka.

b. Menjaga lisan.
Dalam berbicara hendaknya yang baik tidak macam-macam dan berbicara dengan benar atau tidak dusta.

c. Tidak mudah membuat janji.
Jika terpaksa harus berjanji dengan orang lain hendaknya didahului kata Insya Allah dan janji tersebut juga harus benar-benar ditepati.

d. Memegang amanat dengan baik.
Jika diberi kepercayaan maka kepercayaan tersebut kita pegang sungguh-sungguh. Jangan malah disalah gunakan.

Sumber : Pendidikan Agama Islam SMP Kelas VIII, Depdiknas



No comments:

Post a Comment