Sunday, September 6, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna . Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna

1. Pengertian Asma’ul Husna

Asma ’ul husna secara bahasa berarti nama-nama yang baik (Ensiklopedi Islam untuk Pelajar 1. 2001. Halaman 77). Asma’ul husna secara istilah berarti nama-nama baik yang dimiliki Allah Swt. sebagai bukti kemuliaan dan keagungan-Nya. Asma’ul husna tidak diberikan oleh siapa pun atau makhluk-Nya. Nama-nama tersebut diberikan oleh Allah Swt. sendiri dan hanya Dia yang berhak atas nama tersebut. Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna

Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Q.S. al-Hasyr [59]: 24)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt. memiliki asma’ul husna yang menunjukkan keindahan, keagungan, dan kesempurnaan-NyaAllah Swt. menganjurkan hamba-Nya membaca asma’ul husna ketika memohon kepada Allah Swt. Anjuran tersebut dimaksudkan agar kita senantiasa teringat pada kekuasaan dan keagungan-Nya serta mampu meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika memohon ampun kepada Allah Swt. kalian dianjurkan membaca asma’ul husna al-Gaffar. Ketika memohon rezeki kepada Allah, kalian dianjurkan membaca ar-Razzaq dan seterusnya. Akan tetapi, kita tidak boleh menyalahgunakan asma’ul husna-Nya untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat-Nya. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini.
Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna
Artinya: Dan Allah memiliki Asma ’ul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma ’ul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-NyaMereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. al-A‘raf [7]: 180)

Allah Swt. memiliki 99 asma’ul husna. Selain ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang asma’ul husna, Rasulullah saw. dalam sebuah hadis menjelaskan tentang jumlah asma’ul husna. Perhatikan sabda Rasulullah saw. berikut ini
Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna

Artinya: Rasulullah saw. bersabda: ”Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu. Barang siapa yang menghimpunnya akan masuk surga.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

2. Dalil Naqli Sepuluh Asma'ul Husna Allah 

Asma’ul husna Allah Swt. berjumlah 99. Akan tetapi, hanya sepuluh yang akan kita pelajari dalam artikel ini. Kesepuluh asma’ul husna yang akan kalian pelajari sebagai berikut.

a. Al-‘Aziz

Al-‘Aziz merupakan salah satu asma’ul husna Allah. Al-‘Aziz berarti Allah Swt. Mahaperkasa. Dia dapat berbuat sesuai dengan kehendak-Nya. Jika Dia menghendaki banjir terjadi, banjir itu pun akan terjadi. Jika Allah Swt. menghendaki hujan yang turun berhenti sesaat, hal itu pasti terjadi. Bahkan, ketika Dia berkehendak turun hujan, ketika matahari bersinar, hal itu pun pasti terjadi. Demikianlah, kehendak Allah Swt. pasti terwujudAllah Swt. pastilah zat Yang Mahaperkasa. Bagaimana tidak? Dia telah menciptakan alam dan seluruh isinya tanpa bantuan siapa pun. Dia juga sendirian dalam mengatur makhluk-Nya. Zat yang mampu melakukan hal tersebut tentulah zat Yang Mahaperkasa.

Makhluk-Nya tidak pantas memiliki asma’ul husna al-‘Aziz karena tidak dapat melakukan hal tersebut. Hanya Dia yang pantas memiliki asma’ul husna al-‘Aziz dan dapat melaksanakan segala sesuatu tanpa bantuan pihak mana pun. Berkaitan dengan asma’ul husna al-‘Aziz, Allah Swt. berfirman seperti berikut.

Artinya: Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Q.S-al-‘Ankabut [29]: 42)

b. Al-Wahhab

Al-Wahhab artinya Maha Pemberi. Allah Swt. memberi sesuatu yang dibutuhkan hamba-Nya. Dia memberikan karunia kepada seluruh makhluk-Nya. Hanya Dia yang dapat memberi karunia. Kadang, makhluk-Nya tidak meminta, Dia telah memberi karuniaLihat saja, ketika dilahirkan kalian telah memiliki mata padahal kalian tidak pernah memintanya. Mata yang dikaruniakan dapat digunakan untuk menyaksikan keindahan dunia. Dengan menggunakan mata, kalian dapat melihat ciptaan-Nya. Pernahkah kalian memesan mata kepada Allah sebelum dilahirkan?

Mata, telinga, kaki, tangan, jantung, hati, dan bagian tubuh kalian lainnya merupakan karunia Allah yang tidak ternilai harganya. Alam dan seluruh isinya juga merupakan karunia Allah Swt. bagi makhluk- NyaManusia hendaknya bersyukur terhadap karunia yang telah diberikan-Nya dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Tidak sepantasnya manusia merusak atau kufur terhadap karuniaNya. Hal itu hanya sebagian dari pemberian Allah yang tampak. Masih banyak lagi karunia Allah yang tidak tampak oleh mata. Misalnya kesehatan, rasa aman, kekayaan, dan nikmat lainnya. Semua itu harus disyukuri. Berkaitan dengan asma’ul husna al-Wahhab, Allah Swt. berfirman seperti berikut.


Artinya: (Mereka berdoa), ”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 8)

c. Al-Fattah

Al-Fattah merupakan salah satu asma ’ul husna Allah Swt- h berarti Maha Pemberi Keputusan. Keputusan yang Al-Fatta diberikan Allah Swt. merupakan keputusan yang seadil-adilnya. Berkaitan dengan asma’ul husna al-Fattah, Allah Swt. berfirman seperti berikut.

Artinya: Katakanlah, ”Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi Keputusan, Maha Mengetahui.” (Q.S. Saba’ [34]: 26)

Allah Swt. Maha Pemberi Keputusan. Dia tidak akan salah dalam memberi keputusan kepada makhluk-Nya. Keputusan Allah Swt berlaku bagi seluruh makhluk. Di akhirat kelak manusia akan menerima keputusan Allah Swt. sesuai dengan amal perbuatannya di dunia. Jika di dunia amalnya baik, keputusan baik pula yang akan diterima di akhirat kelak. Sebaliknya, jika perbuatan manusia di dunia merupakan perbuatan jelek, keputusan Allah Swt. sesuai dengan perbuatannya tersebut.

d. Al-Qayyum

Al-Qayyum merupakan satu dari 99 asma ’ul husna Allah. Al-Qayyum berarti Allah Maha Berdiri Sendiri. Allah Swt. tidak membutuhkan bantuan pihak lain. Dia dapat melaksanakan kehendak-Nya sendirian. Dia tidak membutuhkan pendapat, saran, dan kritik dari mana pun. Segala yang dikehendaki-Nya pastilah terwujud. Tidak ada yang dapat menghalangi atau menolak kehendak-Nya. Allah Swt. Mahamandiri sebagaimana firman-Nya berikut ini.
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus- menerus mengurus (makhluk-Nya). (Q.S. Ali ‘Imra n [3]: 2)

e. Al-Hadi

Al-Hadi berarti Pemberi Petunjuk. Allah Swt. memberi petunjuk kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Hanya Allah Swt. yang dapat memberi petunjuk kepada makhluk-Nya. Tidak ada seorang pun yang mampu memberi petunjuk. Bahkan, rasul-Nya tidak mampu memberi petunjuk. Memberi petunjuk kepada makhluk-Nya merupakan hak prerogatif Allah Swt. Tidak ada makhluk yang dapat memaksa-Nya untuk memberi petunjuk atau tidak memberi petunjuk kepada makhluk. Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Artinya: Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Q.S. al-Qasas . [28]: 56)

f. As-Salam 

As-Salam merupakan salah satu asma ’ul husna Allah Swt. yang berarti Maha Pemberi Keselamatan. Hanya Allah Swt. yang dapat mem- beri keselamatan kepada makhluk-Nya. Keselamatan yang kalian nikmati hanya dapat diberikan oleh Allah Swt. Perhatikan firman Allah Swt.
Artinya: . . . Maha Raja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Maha Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki segala keagungan . . . . (Q.S. al-Hasyr [59]: 23)

Coba kita renungkan, ketika banjir melanda. Rumah-rumah tenggelam, jalanan tidak terlihat lagi, dan pepohonan turut hanyut terbawa air. Pada saat seperti itu, siapakah yang dapat memberikan keselamatan? Hanya Allah Swt. yang mampu memberi keselamatan. Tidak ada satu orang pun yang mampu menjamin dan memberimu keselamatan. Oleh karena itu, keselamatan yang telah dikaruniakan Allah Swt. harus disyukuri. Memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah Swt. dilakukan setiap saat.

g. Al-Wadud

Al-Wadud berarti Maha Mengasihi. Allah Swt. Dia mengasihi seluruh makhluk, baik yang beriman maupun tidak beriman. Dia tidak pilih-pilih dalam memberi kasih-Nya. Coba kalian renungkan. Belas kasih-Nya tidak henti-hentinya dikaruniakan meskipun mereka melakukan maksiat. Meskipun manusia melanggar larangan-Nya, Dia tidak berhenti mengaruniakan kasih sayang. Sungguh, suatu nikmat yang patut disyukuri. Berkaitan dengan asma ’ul husna al-Wadud Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an seperti berikut.
Artinya: Dan Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Pengasih. (Q.S- al-Buruj [85]: 14)

h. Al-Latif

Allah Swt. Mahalembut. Oleh karena itu, Dia memiliki asma’ul husna al-Latif. Allah Swt. Mahakuat, tetapi Dia juga Mahalembut. Dia mengampuni dosa hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Berkaitan dengan asma’ul husna al-Latif, Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Artinya: . . . Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui. (Q.S. al-Mulk [67]: 14)

i. Al-Qawiyy 

Al-Qawiyy merupakan salah satu nama Allah yang indah dan agung. Al-Qawiyy berarti Mahakuat. Kekuatan Allah Swt. tidak terbatas. Kekuatan dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu. Tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi kekuatan-NyaKeteraturan alam semesta dan seluruh isinya merupakan salah satu bukti Mahakuat-Nya. Dia Mahakuat dan Mahakuasa sehingga mampu menciptakan dan mengatur seluruh makhluk-Nya tanpa bantuan siapa pun. Hanya Allah Swt. yang memiliki nama al-Qawiyy. Simak firman-Nya berikut ini.
Artinya: . . . Sungguh, Allah Mahakuat lagi sangat keras siksaan-Nya- (Q.S. al-Anfa l [8]: 52)

j. Al-Hafiz 

Al-Hafiz merupakan salah satu dari 99 asma’ul husna. Al-Hafiz berarti Allah Maha Menjaga. Allah Swt. menjaga seluruh makhluk- Nya. Tidak ada satu pun makhluk yang terlewat dari penjagaan-Nya. Demikian juga alam semesta. Alam semesta beserta isinya jika tidak dijaga akan mengalami kerusakan. Allah Swt. mampu menjaga seluruh ciptaan-Nya tanpa bantuan siapa pun. Berkaitan dengan asma’ul husna al-Hafiz, Allah Swt. berfirman seperti berikut.
Artinya: . . . Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu- (Q.S. Hud [11]: 57)


Asma’ul husna berjumlah 99. Dalam bab ini baru sepuluh asma’ul husna yang disebutkan dan dijelaskan. Kali ini kalian diberi tugas untuk menemukan 89 asma’ul husna lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan ini, ikutilah petunjuknya berikut ini.

  1. Bagilah kelas menjadi dua kelompok.
  2. Kelompok pertama bertugas untuk mencari 44 asma’ul husna. Kelompok kedua bertugas untuk mencari dan menemukan 45 asma’ul husna lainnya.
  3. Tulislah hasilnya dalam bentuk tabel.
  4. Bacakan hasil penelusuran kalian di depan kelas. Selanjutnya, serahkan kepada guru untuk dinilai.
Pengertian dan Dalil Naqli Sepuluh Asma’ul Husna ini seharusnya tidak hanya menjadi sekedar pengetahuan saja, tapi wajib kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana caranya ? silahkan simak di artikel Meneladani Sifat-Sifat Allah Swt. dalam Kehidupan

Sumber : Pendidikan Agama Islam Kelas VII, Husni Thoyar



2 comments:

  1. Wah makasih artikelnya, saya jadi tahu deh kalau asmaul husna itu selain enak dan buat hati adem ketika dibaca, juga banyak manfaat lainnya. Salam kenal dari saya Ahmad Maulana Terima Kasih.

    ReplyDelete