Tuesday, September 15, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Cara Menasehati Anak Dalam Islam. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Cara Menasehati Anak Dalam Islam

Anak adalah buah hati impian jiwa untuk seluruh orang tua. Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya berjalan ke jalan yang tidak diridhoi oleh Allah Swt. Tidak juga ingin melihat anak-anaknya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi yang namanya kehidupan, tidak semuanya dapat berjalan baik sesuai dengan yang kita inginkan. Seorang anak selaku manusia kadang juga melaksanakan hal-hal yang kita anggap tidak baik selaku orang tua. Bagaimana cara menasehati anak secara baik ? Dalam menasehati atau menegur anak hendaknya orang tua memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Pendekatan Emosional.
Orang tua harus pintar pintar dalam melakukan pendekatan kepada anak saat anaknya melaksanakan kesalahan, jangan lansung dimarahi saat ia selesai melaksanakan kesalahan, tegur dengan tegas dan ajak ia duduk serta arahkan dengan baik, disaat inilah orang tua bisa mengistal dalam otak anak sebuah aplikasi kebaikan dan tatacara prilaku baik dan benar, sebab dalam keadaan ini sang anak tidak dalam keadaan tertekan.
Cara Menasehati Anak Dalam Islam

2. Berikan Motivasi
Salah satu yang membuat anak untuk berbuat baik adalah motivasi dari orang tua, nah dalam hal ini bisa dicontohkan jika anak renking satu dikelas nanti bapak kasih meja belajar, atau jika anak hafal AlQuran 10 Juz akan bapak umrohkan, dan sebaginya, ini adalah motivasi orang tua yang sangat ngefek dari pada motivasi yang ia dapat dari sekolah. dahulukan reward baru punishiment.

3. Jangan Pernah Membohongi Anak
Janganlah bohong kepada anak-anak, ketika anak tahu bahwa apa yang dikatakan orang tuanya adalah bohong, maka anak itu akan mencari orang yang lebih dipercaya di luar rumah. Nabi Muhammad SAW telah melarang orang tua berbohong kepada anaknya. Secara tidak lansung wibawa dari orang tua akan berkurang sebab kebohongan yang dilakukan orang tua, hal ini mengakibatkan anak sulit untuk dinasehati oleh orang tuanya.

4. Meninggikannya Baru Merendahkannya
Saat sang anak melakkukan kesalahan, hal yang sangat dilarang adalah menyebarkan keburukan anak itu, anak akan depresi jika mendengar keburukannya telah tersebar, orang tua sebagai pengayom anak wajib tahu carannya menghilangkan depresi pada anak. yaitu dengan cara membuatnya tinggi (dengan cara memuuji kelebihannya) dan lalu menjatuhkannya (mengungkit kejelekan yang baru ia lakukan secara rahasia dan lemah lembut), ini berfungsi sebagai pancingan motivasi anak, agar ia semakin malu dengan hal buruk dan bangga dengan hal baik. jika caranya terbalik maka hasilnya pun kemungkinan akan terbalik. ingat meninggikan dulu baru dijahtuhkan.

5. Dengarkan dia, Baru Bicara
Yang paling utama juga ini, orang tua membuka dengan pertanyaan sederhana lalu biarkan anak menjelaskan apa yang terjadi dan yang menurut ia benar. jika orang tua menemukan kesalahan dalam prilakua yang telah dijelaskannya, maka orang tua baru memberikan masukan dan petunjuk kepada anak, ini juga jangan sampai terbalik. maka dengarkan ia bicara baru orang tua yang bicara.

Nah itu tips memberikan masukan kepada anak, semoga orang tua bisa lebih mudah dalam memberikan nasehat kebaikan kepada anaknya dan menjaga anak anaknya dalam kebaikan. nah semua yang saya jelaskan diatas ada hubungannya dengan dalil dalil berikut :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Artinya  : Setiap anak dilahirkan dalam keadaaan suci. maka orang tuanyalah yang mejadikan anak itu yahudi atau nashrani atau majusi (penyembah api). (H.R. Bukhari).





No comments:

Post a Comment