Tuesday, January 27, 2015

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Muhammad bin Musa al-Khawarizmi. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Muhammad bin Musa al-Khawarizmi


Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi merupakan seorang pakar matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Dia lahir sekitar tahun 780 M di Khwārizm dan wafat sekitar tahun 850 M di Bagdad. Beliau bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Bagdad. Aktivitas ini dilakukan nyaris dalam sepanjang hidupnya. Karya pertamanya merupakan buku al-Jabar.

Buku ini adalah yang pertama membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga dia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, lalu diperkenalkan sebagai “Sistem Penomoran Posisi Desimal” di dunia Barat kepada abad ke-12. Dia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan mengenai astronomi dan astrologi.

Muhammad bin Musa al-KhawarizmiSumbangan al-Khawarizmi tidak hanya berakibat besar kepada matematika, tetapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tertulis dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan lalu lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan kepada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar. Nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau kepada tahun 830 M, al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wa’l- Muqabala atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin kepada abad ke-12.

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825 M, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan Timur Tengah dan lalu Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.

Beberapa sumbangan beliau berdasar kepada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani. Sistemasi dan koreksi beliau pada data Ptolemeus kepada geografi merupakan sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-Ard , yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasikota -kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Dia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 pakar geografi lain untuk membuat peta yang lalu disebut “Ketahuilah Dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan akibat yang hebat kepada kemajuan matematika dasar di Eropa. Dia juga menulis mengenai astrolab dan sundial. Buku besar kedua beliau merupakan mengenai aritmatika, yang bertahan dalam bahasa Latin, tetapi hilang dari bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan kepada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada tahun 1126.

Pada manuskrip Latin, biasanya tidak bernama,tetapi biasanya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi , atau Algoritmi de numero Indorum (“al-Khawarizmi kepada angka kesenian Hindu”), sebuah nama baru di berikan kepada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada tahun 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-hisāb al-Hind (“Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasar Kalkulasi Hindu”). Buku ketiga beliau yang terkenal merupakan Kitāb Surat al-Ars “Buku Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh Geography, yang selesai pada tahun 833 merupakan revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat darikota -kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu salinan dari Kitāb Surat al-Ars, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de Espaxa di Madrid. Judul lengkap buku beliau merupakan Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasar pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius. Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur pada cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab atau Latin, tidak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh sebab itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta itu dari daftar koordinat. Dia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta itu.

Tak cukup hanya sampai buku ketiga, beliau juga menulis buku-buku lain yang menjadi rujukan ilmuwan-ilmuwan kepada periode selanjutnya sampai sekarang.




No comments:

Post a Comment