Saturday, December 6, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Asmaul Husna : Al-Mu'min (Maha Mengaruniakan Keamanan). Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Asmaul Husna : Al-Mu'min (Maha Mengaruniakan Keamanan)

Al-mu’min merupakan salah satu dari 99 sifat-sifat Allah Swt. (Asmaul Husna). Al-mu’min merupakan isim fa’il dari kata amana, yang berarti maha pemberi keamanan atau maha mengaruniakan keamanan. Allah Swt. memiliki sifat al-mu’min yang bermakna Allah adalah zat yang maha memberikan keamanan kepada makhluk ciptaanNya. Diantara do'a-do'a yang sering kita panjatkan kepada Allah adalah : “Ya Allah, lindungilah kami dari marabahaya dan ketakutan” . Ini merupakan bukti bahwa Allah Swt. adalah pemberi rasa aman dan ketenangan di hati manusia.

Allah Swt. berfirman dalam QS Al-Quraisy/106 : 3-4 :

3. فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
4. الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
Artinya: yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Asmaul Husna : Al-Mu'min

Contoh dan bukti sederhana bahwa Allah Swt. memiliki sifat Al-Mu'min dapat kita lihat pada diri kita sendiri. Pada tubuh kita, Allah Swt. menciptakan alis di atas mata yang berfungsi melindungi mata dari air hujan atau keringat yang jatuh, bulu mata melindungi mata kita dari debu dan binatang-binatang kecil. Bukti lain diluar tubuh kita adalah seperti saat Rasulullah akan Hijrah dari Mekkah ke kota Madinah. Pada malam keberangkatannya, di sekeliling rumah Nabi Muhammad Saw. telah dikepung oleh orang-orang dari suku Quraisy yang ingin membunuh beliau. Akan tetapi, dengan sifat Al-Mu'min Allah telah memberikan keselamatan kepada Rasulullah. Rasulullah Saw. dapat keluar dari rumah dengan aman dan meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah. Orang yang beriman kepada Allah akan selalu bersikap tenang dan tidak gegabah dalam menghadapi setiap keadaan dan situasi yang paling genting atau kacau sekalipun.

Semua orang ingin mendapatkan rasa aman karena hal itu merupakan sebuah naluri dan sifat fitrah manusia baik secara pribadi maupun sosial. Karena kecenderungan untuk mendapatkan rasa aman inilah, manusia sebagai khalifah di muka bumi ini harus memberikan rasa aman tersebut kepada alam semesta. Rasulullah Saw. telah bersabda, “Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman.” Mendengar sabda Rasul tersebut, para sahabat bertanya, “Siapakah yang engkau maksudkan ya Rasulullah?” Jawab rasulullah, “Yang tidak memberikan rasa aman tetangganya dari gangguannya.” (HR Bukhori).

Keamanan adalah kebutuhan penting bagi kita sebagai seorang manusia. Kehidupan kita akan terasa nyaman dan berjalan dengan semestinya karena adanya keamanan. Negara yang tidak aman pasti akan sulit melaksanakan pembangunan. Kehidupan masyarakat juga akan terancam jika tidak ada jaminan keamanan di suatu negara, contohnya bisa kita lihat pada negara-negara yang sedang terlibat dalam peperangan.

Ketahuilah bahwa keamanan dan rasa aman yang kita peroleh tidak terlepas dari kekuasaan Allah. Ketenangan hati hanya bisa kita dapatkan bila kita dekat dengan Allah, sering berdzikir, rajin membaca Al-Qur'an, rajin sholat, dan lain-lain. Ketidak nyamanan bukan hanya diakibatkan oleh ulah manusia, tapi bisa juga karena binatang buas atau bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, tanah longsor dan lain - lain. Ada orang yang merasa dirinya tidak aman walaupun situasinya aman dan tentram. Sebaliknya ada juga orang yang merasa, tenang, tidak gelisah walaupun situasi dan keadaan genting dan kacau.

Betapa indahnya kehidupan ini seandainya setiap manusia memiliki sifat al-Mu’min. Ia akan memberikan rasa aman baik kepada sesamanya maupun kepada makhluk Allah yang lain. Cara untuk memberikan rasa aman kepada orang lain dapat kita lakukan dengan bersikap jujur, amanah dan dapat dipercaya. Jika kita bersikap tidak jujur, suka berkhianat serta senang mencari kesalahan orang lain, maka hal itu dapat memicu ketidaknyamanan bagi kehidupan orang lain. Prilaku buruk seperti mencuri, korupsi, berkelahi adalah perilaku-perilaku yang bertolak belakang dengan Asmaul Husna al-mu’min. Jika kita mempercayai bahwa Allah memiliki sifat al-mu’min, maka berusahalah untuk menjadi khalifah yang dapat mewujudkan sifat tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga kita dapat menjadi pemberi keamanan kepada makhluk Allah yang lain.






No comments:

Post a Comment