Saturday, August 9, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Mengingat Mati dalam Agama Islam. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Mengingat Mati dalam Agama Islam

Mengingat mati sangat disarankan dalam agama Islam. Hidup di dunia ini tidaklah selamanya, jarang sekali kita melihat manusia yang hidup di atas 100 tahun, bahkan banyak yang sudah meninggal dunia disaat muda. Akan datang juga masanya kita akan berpisah dengan dunia fana berikut isinya ini. Perpisahan itu akan terjadi saat kematian menjemput kita. Kematian bak sebuah pintu dan setiap manusia akan memasuki pintu itu, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Sebagai seorang muslim yang taat, janganlah kita selalu terpesona dan tenggelam dengan kenikmatan duniawi, terkadang kita memang lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, ada kehidupan kekal yang menunggu dihadapan kita, yaitu kehidupan setelah mati, itulah sebabnya mengapa mengingat mati dalam Islam sangat ditekankan dalam Agama Islam.

Allah SWT berfirman tentang kematian yang artinya : Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. (QS. Ali ‘Imran/3:185)

Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Kita juga akan mati karena kita ini manusia yang memiliki nyawa. Kematian pasti akan datang dan tidak pernah tebang pilih. Apabila ajal datang, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mempercepat atau memperlambatnya. Adakalanya kematian itu menjemput saat masih bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, apalagi orang yang sudah tua renta. 

Mengingat Mati dalam Agama IslamKadang kala kematian menjemput saat manusia sedang tidur, terjaga, sedang sedih, sedang sendiri, sedang bahagia, atau sedang bersama-sama. Waktu kapan kematian datang juga tak pernah ada yang tahu. Oleh karena itu, mengingat mati harus terus dilakukan agar manusia menyadari bahwa hidupnya tidaklah akan hidup kekal. Tentu saja di samping kita mengingat mati, kita juga harus mempersiapkan bekal untuk menghadapi kehidupan setelah mati, yaitu segera bertobat dan memperbanyak amal saleh.

Salah satu cara untuk mengingat mati dalam Islam adalah dengan sering ber-ta’ziyyah (mendatangi keluarga yang terkena musibah meninggal dunia), mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, sampai menguburnya.

Sesungguhnya, hanya orang-orang yang cerdaslah yang akan banyak mengingat mati dan menyiapkan bekal untuk kematiannya. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah SAW pada riwayat berikut ini.

Seorang putra dari seorang sahabat Nabi, Abdullah bin ‘Umar ra. bercerita, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah saw. saat datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah saw., kemudian berkata, “Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?”.
Beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” “Mukmin manakah yang paling cerdas?” tanya lelaki itu lagi.
Beliau menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah).



No comments:

Post a Comment