Saturday, July 12, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Semut cerdas. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Semut cerdas


Nabi Sulaiman dikenal dapat bicara pada binatang. Suatu hari, dia sedang berjalan-jalan dan bertemu seekor semut kecil. Semut itu membawa sebutir buah kurma. Nabi Sulaiman lalu bertanya pada semut itu" Hai semut kecil, untuk apa kalian membawa sebutir buah kurma itu?".

Semut itu menjawab,"Kurma ini adalah pemberian Allah SWT untuk persediaan makan saya selama setahun."

"Kemarilah, hai semut !" kata Nabi Sulaiman.

Semut itupun mendekat kepada Sulaiman. Setelah dekat, Nabi Sulaiman lalu berkata, "Hai semut aku akan membelah buah kurma ini menjadi dua potong. Separuhnya akan aku bawa, separuh lagi untuk persediaanmu setahun. Aku akan lihat apakah kalian akan bertahan hidup dengan separuh buah kurma ini."

Kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Semut cerdasNabi Sulaiman lalu mengambil sebuah botol dia lalu berkata,"Sekarang, masuklah kalian kedalam botol ini dengan membawa separuh buah kurma yang aku berikan."

Semut itu lalu menuruti perintah Nabi Sulaiman. Dia masuk ke dalam botol. Nabi Sulaiman lalu meniggalkannya. Setelah waktu berjalan setahun Nabi Sulaiman penasaran dengan keadaan semut kecil. apakah dia akan bertahan hidup hanya dengan separuh buah kurma? Nabi Sulaiman lalu pergi ke tempat semut kecil. Dan betapa takjubnya saat ia melihat semut itu masih hidup dan dalam keadaan segar. Sementara itu, sepotong buah kurma masih tersisa. Dia lalu bertanya pada semut kecil, "bagaimana kalian bisa bertahan hidup hanya dengan separuh buah kurma? Padahal, memerlukan satu butir buah kurma untuk setahun ?"

Semut itu lalu menjawab, "Saya banyak berpuasa dan hanya mengisap sedikit airnya. Biasanya Allah SWT memberikan sebutir buah kurma untuk makanan saya selama setahun. lalu anda mengambilnya sebagian. Maka saya takut tahun depan Allah SWT tidak memberikan kurma lagi pada saya. sebab saya tahu kalau anda bukanlah sang Pemberi Rezeki".




No comments:

Post a Comment