Monday, June 30, 2014

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Saudara muslimku calon penghuni sorga, kali ini kita akan membahas tentang Kisah Pemburu Harta Karun yang Pelit. Semoga artikel ini bermanfaat, aamiin.

Kisah Pemburu Harta Karun yang Pelit

Ada sebuah cerita tentang seorang pemburu harta karun yang dikenal sangat pelit.

Pada jaman dahulu, ada seorang pemburu harta karun yang terkenal pelit mengubur harta yang telah diperolehnya nya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur hartanya itu, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk mhartatikan bahwa tidak ada hartanya yang hilang.
Karena sering melakukan hal itu, seorang pencuri yang mengawasinya dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu. Pada suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut, mengambil dan membawanya pergi.

Ketika telah menyadari bahwa dia telah kehilangan hartanya, si pemburu harta karun menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia meraung-raung menangis sambil menjambak-jambak rambutnya.
Seorang pengelana yang kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis, dia bertanya pada si pemburu harta karun  apa yang terjadi.
"hartaku! oooh... harta kesayanganku!" kata si pemburu harta karun, "Aku telah dirampok orang !"
"hartamu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpan hartamu disana? Mengapa harta tersebut tidak kamu simpan di dalam rumahmu dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si pemburu harta karun dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan harta itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan harta itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian pergi mengambil sebuah batu yang berukuran besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkanlah batu yang kulempar tadi, batu itu nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"

Ingatlah hai kawan, harta yang kita miliki nilainya tergantung dengan kegunaan harta tersebut.




No comments:

Post a Comment